perampasan-motor

Diskusi HukumCategory: Pertanyaanperampasan-motor
Dinda.silviani asked 3 years ago

permisi min saya numpang nanya ini sekaligus buat menambah wawasan dan juga ilmu. saya mempunya permasalahan utang piutang terkait kredit motor. apakah di benarkan tindakan perampasan barang milik saya (motor) oleh pihak ketiga di karenakan tagihan saya menunggak dan padahal selama ini saya tidak pernnah menunggak, saya sudah membayar sebanyak 8 kali dan cicilan saya hanya kurang 4 kali pembayaran tapi pihak ketiga dalam hal ini (debtcollector) melakukan perampasan terhadap motor saya, dan saya di beritahu jika motor ingin kembali kepada saya lagi maka sisa kekurangan yang belum dibayarkan harus dibayar terlebih dahulu dan tagihan untuk bulan depan harus dibayar. pada permasalahan ini saya menunggak membayar baru selama 2 bulan lebih, mohon infonya min jika ada kejadian seperti ini.

vqrnkxra replied 2 years ago

1

padhoorv replied 2 years ago

1

fsknrolu replied 2 years ago

1

yodkoucr replied 2 years ago

1

10 Answers
Best Answer
admin Staff answered 3 years ago

Kami tidak bisa mengetahui secara detail atas pertanyaan yang saudara ajukan, dimana, bagaimana dan dengan cara apa debtcollector itu merampas motor saudara. Namun kami ucapkan terimakasih atas pertanyaan yang saudara ajukan, sebelum dan sesudahnya kami sangat prihatin atas persoalan yang menimpa saudara.

Pada prinsipnya segala utang-piutang harus didasarkan, dan dilaksanakan dengan iktikad baik.

Di dalam dalam undang-undang tentang jaminan fidusia, yang berwenang melakukan eksekusi, seperti penarikan motor haruslah badan pelelangan umum itupun harus melalui putusan pengadilan yang sudah memiliki hukum tetap. Kemudian di dalam peraturan menteri keuangan tentang guna sewa usaha, haruslah diikutkan dengan jaminan fidusia. Jaminan fidusia memiliki kekuatan eksekutorial.

Untuk itu kami anjurkan, agar apabila dikemudian hari mendapat persoalan yang sama (mudah-mudahan tidak) sebaiknya anda mintalah jaminan fidusianya, atau putusan pengadilan. Jika mereka tidak dapat menunjukkan, maka dengan tegas harus menolak penarikan, namun apabila kemudian terdapat perlakukan yang tidak mengenakkan dari pihak debtcollector maka jangan sungkan-sungkan segera hubungi pihak yang berwajib, dapat dikenakan pidana perampasan. Hal tersebut senada dengan Peraturan Kementerian Keuangan yang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana kalau sudah terlanjur sudah ditarik, apa solusinya?

Terdapat dua upaya hukum yang dapat saudara tempuh, diantara 1. Melakukan mediasi, 2). Menggugat ke pengadilan atas dasar perbuatan melawan hukum. Namun kami anjurkan langkah yang paling baik, dan efektif adalah dengan cara mediasi. Apabila saudara kesulitan untuk melakukan upaya mediasi hubungi lembaga yang kompeten dalam hal itu, kami (Care Law Protection) hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan mediasi, dan memiliki orang-orang yang sangat kompeten di bidang mediasi.

Demikian jawaban kami, untuk lebih jelasnya dapat hadir langsung ke kantor kami.

Edy Agus replied 2 years ago

Mohon ijin menanggapi,,,dan mohon maaf sebelumnya saya baru semester V FH sekalian ingin belajar.

Saya ingin berpendapat dari sudut pandang yang lain, Kalau saya mau beli motor secara kredit urutan prosesnya adalah seperti ini: datang ke dealer motor, bayar uang muka kemudian kekurangan harga beli dimohonkan ke perusahaan pembiayaan, disurvei dan disetujui, tanda tangan perjanjian dan motor dikirim. Selesai.

Namun ketika tanda tangan, saya heran kenapa yang dimintakan persetujuan adalah perjanjian sewa…padahal hakekat transaksi itu kan bukan saya ingin menyewa motor tetapi saya beli motor uangnya kurang, dan minta talangan ke perusahaan pembiayaan dengan ketika mengangsur pokok hutang ditambah bunga sebagai imbalannya, Jadi menurut hemat saya seharusnya adalah perjanjian hutang piutang bukan perjanjian sewa menyewa.

Bila memang harus dipaksa atau terpaksa menyetujui perjanjian sewa tersebut karena memang begitu prosedurnya (take it or leave it) Tentu saya akan menanda tangani sebab dari mana lagi saya mendapat talangan kalau bukan dari pihak perusahaan pembiayaan? Namun konsekuensinya, jika alur berpikirnya perjanjian sewa, tentu kewajiban membayar uang muka adalah kewajiban perusahaan leasing bukannya saya. Kan saya sewa kenapa mesti bayar uang muka. alasan lain adalah karena motor itu bukan motor saya, pihak pembeli adalah perusahaan pembiayaan, tentu saja mereka yang mesti melunasi pembelian tersebut ke dealer termasuk uang mukanya baru kemudian saya sewa.

Demikian lah paparan saya, mohon kiranya diberikan pencerahan. Terima kasih.

Edy Agus replied 2 years ago

N.B: Jika paparan saya ini juga aplikatif terhadap saudari Dinda Silviani dalam arti ia juga disodori perjanjian sewa untuk ditanda tangi (dan sudah ditanda tangani) tentu telah terjadi kesalah pahaman atau memang fakta yang sengaja disamarkan. Kutipan nya adalah sebagai berikut …..saya mempunya permasalahan utang piutang terkait kredit motor. apakah di benarkan tindakan perampasan barang milik saya (motor) oleh pihak ketiga (Dinda Silviani)…

Pertama, ia menganggap ia mempunyai hutang padahal tidak….yang ada hanya ia tidak membayar uang sewa sebagai akibat perjanjian sewa yang tidak sengaja disetujuinya.

Kedua, ia menganggap motor itu miliknya padahal tidak. motor itu bukan miliknya sampai ia menggunakan opsi pada akhir masa sewa yang diperjanjikan. Motor itu milik perusahaan pembiayaan.

qehimayd replied 2 years ago

1

wgsygvri replied 2 years ago

1

jdkexrqy replied 2 years ago

1

iqueqkmu answered 2 years ago

1

eacnirne answered 2 years ago

1

eacnirne answered 2 years ago

1

eacnirne answered 2 years ago

1

mbhncmvg answered 2 years ago

1

mbhncmvg answered 2 years ago

1

Your Answer

15 + 12 =